Kualitas Sumber Pangan Untuk Kemaslahatan Umat

Jum`at, 23 Januari 2015 21:54:52 - Posting by redaksi - 519 views

KoranPendidikan.com - Perkembangan dunia pendidikan yang ditunjang oleh ilmu Sains dan Teknologi menjadikan paradigma masyarakat dunia beralih menuju Era Modernisasi yang menjadikan pola hidup serba ditunjang dengan teknologi. Peran seorang sarjana  biologi turut berkontribusi dalam hal tersebut, salah satunya dengan adanya ilmu pemuliaan tanaman yang sangat berdampak dalam pengembangan kualitas sumber pangan yang bernilai ekonomis namun juga diimbangi dengan kualitas yang baik.

Kontribusi pangan yang ada sekarang ini sudah mulai beranjak dari segi kualitas menjadi sebuah kualitas dikarenakan menurut segi efisinsi dari pencernaan yang menunjang kesehatan, makan yang baik,adalah makanan yang mengandung nilai nutrisi yang banyak sesuai dengan angka kebutuhan gizi bukan hanya ditekankan pada jumlah atau kuantitas makanan yang kita makan.

Pemuliaan tanaman sendiri adalah suatu kegiatan mengubah susunan genetik individu maupun populasi tanaman untuk mencapai suatu tujuan yang diinginkan. Pemuliaan tanaman terkadang dinamakan pembudidayaan atau disamakan dengan penangkaran tanaman, kegiatan mem memelihara tanaman untuk memperbanyak dan menjaga kemurnian. Selain melakukan penangkaran, pemuliaan berusaha memperbaiki mutu geneti sehingga diperolah tanaman yang lebih bermanfaat.

Pengetahuan mengenai perilaku biologis tanaman dalam budidaya tanaman merupakan hal yang paling menentukan keberhasilan usaha pemuliaan, sehingga buku-buku teks seringkali menyebut pemuliaan tanaman sebagai seni dan ilmu memperbaiki keturunan tanaman demi kemaslahatan manusia. Di perguruan tinggi,  pemuliaan biasa dianggap sebagai cabang agronomi (ilmu produksi tanaman) atau genetika terapan, karena sifat multidisiplinernya.

Pelaku pemuliaan tanaman disebut pemulia tanaman. Karena pengetahuannya, seorang pemulia tanaman biasanya juga menguasai agronomi dan genetika. Tugas pokok seorang pemulia tanaman adalah merakit kultivar yang lebih baik serta memiliki ciri-ciri yang khas dan lebih bermanfaat bagi penanamnya.

Aplikasi kultivar unggul padi dan gandum merupakan salah satu komponen pentingdalam Revolusi  Hijau, suatu paket penggunaan teknologi modern secara missal untuk menggenjot produksi pangan dunia, khususnya gandum, roti, jagung, dn padi. Dilihat dari sudut pandang agribisnis, pemuliaan tanaman merupakan bagian dari usaha perbenihan yang menempati posisi awal atau hulu dari keseluruhan mata rantai industri pertanian.

Tujuan dalam pemuliaan tanaman dapat bersifat spesifik. Tujuan dalam program pemuliaan tanaman  didasarkan pada strategi jangka panjang untuk mengantisipasi berbagai perubahan arah konsumen atau keadaan lingkungan. Pemuliaan padi, misalnya, pernah diarahkan peningkatan hasil, tetapi sekarang titik berat diarahkan pada perakitan kultivar yang toleran terhadap kondisi ekstrem (tahan genangan, tahan kekeringan, dan tahan lahan bergaram) karena proyeksi perubahan  iklim dalam 20-50 tahun mendatang. Tujuan pemuliaan akan diterjemahkan menjadi program pemuliaan.

Ada dua tujuan umum dalam pemuliaan tanaman yaitu : peningkatan kepastian terhadap hasil yang tinggi dan perbaikan kualitas produk yng dihasilkan. Peningkatan kepastian terhadap hasil biasanya diarahkan pada peningkatan daya hasil, cepat dipanen, ketahanan terhadap organism pengganggu atau kondisi alam yang kurang baik bagi usaha tani, serta kesesuaian terhadap perkembangan teknologi pertanian yang lain. Hasil yang tinggi menjamin terjaganya persedian bahan mentahuntuk diolah lebih lanjut. Tanaman yang berumur singkat (genjah) akan memungkinkan efisiensi penggunaan lahan yang lebih tinggi. Ketahanan terhadap organism pengganggu atau kondisi alam yang tidak mendukung  akan membantu pelaku usaha tani menghindari kerugian besar akibat serangan hama, penyakit, serta bencana alam. Beberapa tanaman tertentu yang dalam usaha budidayanya melibatkan banyak peralatan mekanik memerlukan populasi yang seragam atau khas agar dapat sesuai dengan kemampuan mesin dalam bekerja.

Usaha perbaikan kualitas produk adalah tujuan utama kedua. Tujuan semacam ini dapat diarahkan pada perbaikan ukuran, warna, kandungan bahan tertentu (penambahan serta penghilangan substansi tertentu), pembuangan sifat-sifat yang tidak disukai, ketahanan simpan, atau keindahan serta keunikan. Perkembangan bioteknologi di akhir abad ke-20 telah membantu pemuliaan terhadap tanaman yang mampu menghasilkan bahan pangan dengan kandungan gizi tambahan (pangan fungsional) atau mengandung bahan pengobatan tertentu (phamcrops, kegiatannya dikenal sebagai crop pharming).

Ditinjau dari segi potensial Indonesia yang seyogyanya adalah Negara agraris atau agriculture ditunjang dengan tingkat biodiversitas (kekayaan alam) tertinggi setelah Negara brazil, menjadikan potensi seorang sarjana biologi dalam pemanfaatan sumberdaya alam yang sangat kaya ini menjadi sebuah peluang dalam mengaplikasikan ilmunya serta turut berkontribusi dlam pengembangan perekonomian bangsa maupun kualitas pangan yang menjadi konsumsi warga Indonesia.

Uraian diatas sudah menunjukkan bahwasanya potensi dari pengembangan disiplin ilmu biologi juga berkontribusi dalm peningkatan mutu dari sumberdaya pangan yang nantinya dapat memberikan sebuah kualitas hidup yang lebih kompeten baik dalam segi perekonomian maupun kesehatan masyarakat. Dan tidak menutup kemungkinan harapan kedepan Negara Indonesia yang nantinya akan menghadapi era Asean Community (pasar terbuka) menjadi pusat perhatian dunia dalam hal sumberdaya pangan dan nantinya juga turut berkotribusi mengekspor bukan lagi mengimpor berbagai kebutuhan pangan dari mancanegara.(*)

Oleh : Masyadil Aini
Mahasiswa Jurusan Biologi UIN Maliki Malang

Tags #kemaslahatan #kualitas #pangan #sumber #umat #untuk